Kehadiranmu dalam hidupku seolah kasturi yang selalu beri harumnya.
Kehadiranmu pun dalam hatiku bagaikan mawar indah dengan durinya yang selalu mengindahkan perasaan ini, tapi kadang menyakitkan saat ingin menyentuhmu.
Telah lama kupendam rasa ini dalam hati, hanya sakit yang kunikmati.
Telah lama pula kuungkapkan perasaanku padamu, hanya luka tersirat di hati karena rasa ini tak terbalas.
Mungkin hanya engkau gadis yang ada dalam fikiranku.
Tapi, lebih dari mungkin jika kukatakan engkau bahwa engkau adalah satu – satunya gadis yang kucintai setelah ibuku.
Semakin aku melupakanmu, semakin pula kumerindukanmu.
Semakin aku melepaskanmu, semakin pula kumencintaimu.
Apakah salah rasa yang fitrah ini tumbuh dalam jiwaku dan kutanam baik – baik hanya untukmu.
Dosakah otak ini seringkali membayangkan wajahmu.
Semoga Tuhan memahami segala rasa yang telah ada.
Dan semoga kau pun mengerti akan perasaan ini.