Sabtu, 08 Desember 2012

"Mulai Terbiasa"

Kadang aku bahagia. Ketika aku menangis saat bersedih.
Kini mengapa aku mulai curiga. Disaat aku tak sedikit pun merelakan air mata.

Apakah aku harus bahagia?
Atau mungkin aku telah mati rasa?

Lalu kutundukkan kepala ini.
Sekedar memejam mata tanpa tertidur.
Aku hanya ingin mencari.
Mencari jawaban pasti akan kejanggalan ini.

Tak sampai esok hari kujawab tanyaku. Ah, ternyata aku mulai terbiasa...

Created: rr.putri sari sekar kenanga
December, 08 2012

Rabu, 10 Oktober 2012

TITIK.

Jendela kamarku tertutup rapat. Hanya sedikit udara yang mampu masuk ke dalam ruangan. Saat itu aku hanya berhadapan dengan meja kerjaku. Berusaha mengisi lembar kosong dengan pena yang kupegang erat. Sampai menit terakhir di pukul 00.00 rasa kantuk tak kunjung menghampiri mataku. Kemudian goresan tinta pena mulai mengisi lembaran kertasku. Entah apa yang kubaca, apakah ini hasil tulisanku selama semalaman ini. Tidak ada sebuah cerita, tidak ada sebuah puisi dan hanya tertulis satu nama. Dan itu pun namamu. Belum habis tinta penaku untuk menulis, belum pula penuh kertasku dengan coretan namamu. Seribu namamu yang telah kutulis luntur seketika. Air mataku telah merusak namamu di lembar kertasku. Namun itu tak buatku bersedih dan semakin sedih. Karena yang aku tau lebih menyedihkan kehilanganmu. Dan kini baru kusadari itu sudah terjadi. Ternyata rasa sakit dan sedih sudah kutelan bersamaan dengan kenangan manis bersamamu. Hancur. Mungkin akan kudeskripsikan dengan kata "hancur" untuk kisah cintaku. Tak lagi ada kamu saat aku ingin berbagi cerita. Tak ada lagi tangan yang kugenggam saat aku merasa sendiri. Tak ada lagi yang hiasi mimpiku tiap malam. Aku hanya ingin pastikan apakah ini kenyataan yang ada. Aku hanya ingin mengembalikan waktuku bersamamu. Mungkin mereka yang melihatku akan berkata aku naif dengan semua ini. Mereka pun meminta agar aku segera melupakanmu. Melupakan masa laluku. Peduliku tak memihak dengan semua kata mereka. Baru saja aku bertanya dengan hatiku. Mampukah aku melupakan masa laluku. Haruskah aku mencari seorang pengganti. Hati kecilku hanya memberi satu jawaban. Aku masih mencintainya. TITIK.

Sabtu, 01 September 2012

(hanya) Masa Lalu

Dia mengendap datang.
Telanjang kaki agar tak suara.
Menahan nafasnya tanpa desah.
Mengumpat di balik bilik, tak tampak.

Mataku terpejam.
Telingaku kututup rapat.
Tubuhku kuselimuti.
Tanganku pun berusaha ku ikat.

Sosoknya muncul di hadapanku.
Suara nyanyiannya terbalut merdu.
Pelukannya terasa hangat.
Genggaman tangan itu pun tak lepas.

Ada apa dengan semua ini?
Mengapa terasa sangat indah?

Kemudian aku maju satu langkah.
Astaga, semua hanya kepingan masa lalu...

01092012
created: rr.putrisarisekarkenanga

Senin, 20 Agustus 2012

Ingin Terus Bermimpi

Aku kembali rapuh.
Tersesat dalam rasa takut yang kuciptakan sendiri.
Pengalaman pahit yang terulang dengan kisah yang berbeda, membuatku terpuruk dalam kenyataan yang telah kutelan.
Kenangan manis pun tak mampu menetralkan rasa ini.
Hanya kandas sebuah cerita yang telah tercipta.
Kini, yang kuinginkan hanya memejamkan mata.
Tertidur pulas dan bermimpi semauku.
Membuang segala realita yang perlahan merajam hatiku.
Memaksa mataku untuk terus bekerja meneteskan air mata.
Tuhan, jika memang mimpiku lebih indah dari nyata.
Izinkan aku terus tertidur dalam senyuman.

Created : rr.putrisarisekarkenanga
August, 20' 2012

Sabtu, 03 Maret 2012

Kisah Lama

Sejarah yang sesungguhnya cerita lama
Terbaca lewat tinta yang mulai memudar dari buku yang telah usang
Kuingat wajahnya yang terlihat sama
Dan ternyata dialah kisah yang telah terbuang

Di awal hanya terbayang indah saja
Merapat peluk dengan erat
Nyatanya semua hanya mimpi saja
Kudapat darinya beban yang berat

Merpati sudah tidak mengepakkan sayapnya
Surat pun tak datang ke rumahku
Hati ini sudah tak mengharapkannya
Hanya nyanyian rindu yang terdengar dari kalbuku

Kertas ini masih tertulis namanya
Namun sudah kuhapus kisah yang lama

Selasa, 28 Februari 2012

Akhir Penantian (Kau)

Hati ini menahan rasa sakit yang bertubi
Bathin terus berteriak tanpa henti
Raga ini terasa lemah tanpa pelukmu
Otak ini sangat kosong tanpa namamu

Tahukah dia akan perih yang kunikmati sendiri...

Saat melihat senyum manisnya bukan untukku
Saat pujiannya bukan tertuju untukku
Saat tangannya bukan menggenggam tanganku
Dan saat cintanya bukan untukku

Mungkin hanya air mata yang dapat kutelan sendiri
Mungkin hanya mimpi yang dapat buatku kembali tersenyum
Mungkin hanya sebuah tanya yang selalu kunanti
Mungkinkah kau akhir penantianku?

Ceritaku, KAMU...

Cerita ini seperti mimpi tapi nyata
Cerita ini berawal dari mata
Cerita ini berlanjut ke hati
Cerita ini adalah tentang aku dan kau...

Ucapku sering bercerita tentangmu
Mataku terus memancarkan harapan padamu
Tanganku terasa ingin terus menggenggam tanganmu
Cintaku tertuju pada satu nama, dan itu adalah namamu

Entah sampai kapan detik di jam tanganku terus kupandangi
Dan berharap dia menjawab, "Saat ini lelaki itu mencintaimu"

Minggu, 12 Februari 2012

Cinta (MATI)

Cinta mati...
Cinta yang telah mati
Cinta yang sampai mati
Cinta atau mati?

Aku, kamu, dia, mereka, kami, dan kita ada karena cinta
Aku, kamu, dia, mereka, kami, dan kita akan mati
Akan kah mati karena cinta?
Atau kah cinta sampai mati?

Entahlah sampai kapan memahami antara mati dan cinta
Haruskah mati dahulu lalu mencintai...

Cinta merpati
Cinta yang tak mungkin mati
Namun akan mati
Jika sang merpati mati

Masih adakah cinta mati?
Mungkinkah hanya tersisa cinta yang sudah mati?

created : rr.putri sari sekar kenanga
February, 12 2012

merekaaa