Kedua, perasaanku sempat beralih menjadi rasa kagum. Namun, aku tidak mau mengambil resiko. Resiko untuk patah hati karena tidak bisa memilikinya. Dan akhirnya segera melepaskan anganku.
Ketiga, aku suka caranya saat memberikan perhatian kecil dan salah satu pesan singkat dengan sebuah penawaran manisnya. Aku suka melihat tingkah bodohnya saat melepas canda denganku.
Keempat, jantungku selalu berdebar ketika berdekatan dengannya. Bibir pun mulai kaku dan sulit mengucap kata. Hati ini juga mulai merasa ketakutan, aku takut perasaan ini hanya kunikmati sendiri.
Kelima, Tuhan... Aku memohon pada-Mu, bolehkah aku berharap agar dia memiliki perasaan yang sama seperti apa yang kurasa? Bolehkah aku memilikinya dan menyayanginya?
Tuhan, aku hanya ingin membuatnya selalu bahagia (bersamaku).
created : rr.putri sari sekar kenanga