kedua kaki ini terus melangkah, berjalan ke segala arah
sepasang bola mata ini masih tetap terjaga, memandang ke setiap sudut yang ada
tangan ini pun hanya bisa mengepal, hanya untuk mengekspresikan rasa kesal
hampir saja dinding yang belum terlalu kokoh itu berubah menjadi puing
nyaris butiran pasir itu masuk ke dalam mata
menurutku ini bukan anugerah
bukan pula musibah ...
mungkin ini hanyalah sebuah dilema yang kubuat sendiri ...
mungkin aku hanya seorang sutradara dalam sebuah sandiwara ...
aku sudah lelah berjalan namun tak juga kutemui ujungnya
dan semakin kuberlari yang kutemui hanya jalan buntu ....
kini aku hanya bisa belajar menjadi seorang yang tetap kuat ...
wanita yang sesungguhnya harus selalu kuat untuk menunggu hadiah terindah yang Tuhan berikan ....
rr.putrisarisekarkenanga
*RR*