Jumat, 29 Oktober 2010

Pisah Tak Bermakna Hilang

Otak ini serasa tak utuh seperti sebelumnya.
Hingga tidak dapat berpikir untuk merangkai kata.
Hati ini serasa berada dalam lemari pendingin.
Lalu tidak sanggup merasakan sakit yang dia rasakan.

Mungkin aku terlalu munafik untuk tidak ucapkan kata sesuai dalam hati.
Mungkin aku dapat ambil resiko untuk teruskan cerita ini.
Atau mungkin aku seorang pecundang cinta yang sedang bermain hati sendiri.

Emosi dan bathin ini berperang dalam satu permasalahan.
Kini logika pun tak ambil andil.
Emosi terus menuntut mulut ini untuk menyudahi kisah ini.
Tapi bathin ini hanya mampu berbisik untuk katakan teruskanlah.

Bimbang memang saat ini perasaanku.
Terombang - ambing karena satu keputusan.

Kini aku telah mendapat suatu jawaban untuk akhir cerita ini.
Sebuah keputusan yang menyakitkan, sedih memang terasa antara dua hati ini.
Tapi aku yakin bahwa telah kutemukan jalan keluarnya.
Bahwa perpisahanlah yang mampu menjawabnya...

Rr.Putri Sari Sekar Kenanga
190409

merekaaa