Pertemuan saya dengan dia berada di suatu tempat yang sangat ramai, banyak sekali orang berlalu - lalang dan melakukan berbagai macam aktifitas. Walaupun itu bukan pertemuan yang pertama kalinya, tapi kenapa saya merasa jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya. Ada suatu kharisma yang ia miliki, sikapnya yang sopan dan santun kepada siapa pun. Senyum ramahnya setiap menyapa orang yang ia kenal, bahkan sekali pun tidak dikenalinya.
Awalnya aku sekedar kagum dengan sosoknya, tapi semakin hari rasa ini mulai berubah. Entah perubahan seperti apa dan bagaimana. Yang pasti jantung saya berdebar setiap kali ia menyapa, tangan saya gemetar ketika ingin membalas pesannya dan fikiran saya mulai tidak karuan.
Setelah pertemuan yang lalu, fikiran saya mulai tidak fokus. Dari kejadian tas saya tertinggal di warung bakso hingga menangis di dalam kendaraan umum. Alunan lagu yang berjudul Kenangan Yang Tertinggal - Kerispatih menemani rasa galau ini. Perasaan yang terus menerus dihantui oleh angan - angan tentangnya.
Sempat saya nikmati indahnya saat - saat dengannya. Masa - masa yang tidak mungkin hilang dan terlupakan. Kalimat - kalimat pujian hingga gombalan ala lelaki, yang sesungguhnya tidak saya pedulikan karena terbawa suasana yang bahagia.
Memori itu kembali terekam, saat tepat di tanggal 4 Oktober 2010. Pertemuan yang sangat mendadak namun sangat berkesan untuk saya, entah dia merasakannya juga atau tidak. Perbincangan ringan terjadi di tempat duduk saat kami melihat pertunjukan seni dari Korea. Canda dan gurau bahkan sampai mengomentari penonton lain yang berada di sisi depan kami. Saya rindu kenangan itu, mungkin sangat rindu...
Kini, dia seperti hilang termakan waktu. Tidak ada kabar sedikit pun darinya, seolah tidak pernah terjadi apa - apa sebelumnya. Mungkin ini hanya perpisahan sementara, itulah harapan saya. Dan mungkin sekarang saya hanya bisa menikmati cinta itu hanya sekedar angan dan mimpi indah, semoga tidak ada yang membangunkan saya dari mimpi indah ini, mimpi yang selalu terasa indah ketika bersamanya ....
created : Rr.Putri Sari Sekar Kenanga
Jumat, 31 Desember 2010
Kamis, 30 Desember 2010
ilustrasi C I N T A
Lelaki itu datang, ia mengendap – endap hingga langkah kakinya nyaris tidak terdengar. Mungkin ia berusaha untuk tidak menghentakkan tumitnya ke tanah atau mungkin ia jinjit ketika berjalan ke arahku. Aku hanya sesekali menengok ke arahnya dan sesekali mendengar suara hembusan nafasnya yang juga ia kecilkan, bahkan seperti menahan nafas. Tapi mengapa ia mulai mencari – cari perhatianku ?
Aku sangat berusaha meluruskan pandanganku dan tidak menoleh sama sekali. Tapi, tapi, tapi kemudian dia mulai menari … Dia bergerak bebas ke kanan dan kiri lalu ke depan dan belakang kemudian ia berputar dengan sangat indah. Melirik…, karena gengsi yang sangat tinggi aku hanya menggerakkan bola mataku ke arahnya.
Dia terdiam …
Dan aku pun tersenyum simpul, akhirnya dia lelah juga…
~~~
Dime porque lloras De felicidad Y porqué te ahogas
Por la soledad Y porque me tomas, fuerte así, mis manos
Y tus pensamientos te van llevando Yo te quiero tanto
Y porque sera Loco testarudo, no lo dudes mas
Aunque en el futuro, haya un muro enorme
Yo no tengo miedo Quiero enamorarme
No me ames, porque piensas que parezco diferente
Tú no piensas que es lo justo ver pasar el tiempo juntos
No me ames, que comprendo la mentira que sería
Si tu amor no merezco, no me ames, mas quedate otro día
No me ames, porque estoy perdido, porque cambie el mundo,
Porque es el destino, porque no se puede, somos un espejo
Y tu así serías lo que yo de mi reflejo
No me ames, para estar muriendo, dentro de una guerra llena de
arrepentimientos, no me ames, para estar en tierra, quiero alzar el vuelo
Con tu gran amor por el azul del cielo
No sé que decirte, esa es la verdad
Si la gente quiere, sabe lastimar
Tu y yo partiremos, ellos no se mueven
Pero en este cielo sola no me dejes
No me dejes, no me dejes, no me escuches, si te digo "no me ames"
No me dejes, no desarmes, mi corazón con ese "no me ames"
No me ames, te lo ruego, mi amargura déjame
Sabes bien, que no puedo,que es inútil, que siempre te amaré
No me ames, pues te haré sufrir con este corazón que se lleno de mil inviernos
No me ames, para así olvidarte de tus dias trises quiero que me ames
sólo por amarme
No me ames, tu y yo volaremos uno con el otro y seguiremos siempre juntos
Este amor es como el sol que sale tras de la tormenta
Como dos cometas en la misma estela
~~~
Tiba – tiba alunan music latin terdengar lembut dan terkesan romantis di telingaku.
Heyy…. Ia kembali menari, tapi kali ini ia pun bernyanyi. Hati kecilku berkata “merdu sekali suaramu, indah sekali gerakan tarianmu”. Tapi lagi – lagi aku tetap jual mahal dan gengsi untuk mengakui dan mengatakan apa yang ada di dalam hatiku.
Baiklah, aku harus pergi dari ruangan ini. Pergi sejauh mungkin untuk menghindarinya, melenyapkan perasaan kagum dan terpesona ini.
Satu …Dua … Tigaa … Aku beranjak dari tempat dudukku dan melangkah ke arah pintu keluar. Belum sampai di pintu keluar. Tangankuu …tangankuu !!!! Ada yang menggenggam tanganku !! Lelaki itu menggenggam tanganku, dan sekarang ia menarik tanganku dan aku terjatuh dalam pelukannya.
Tidaaaaaakk !!!! Kenapa ,kenapa aku bisa berada dipelukannya ? Kenapa aku bisa berdansa dengannya bahkan aku bersandar di dadanya, menikmati hangat pelukannya. Hingga kini aku tidak mau melepaskan pelukan ini sampai – sampai aku peluknya erat dan sesak nafas.
Tuhan… aku tidak paham akan rasa ini. Aku hanya mohon padamu agar Kau tetap memberikan kehangatan pelukannya saat ini kepadaku hingga akhir nanti….
Aku sangat berusaha meluruskan pandanganku dan tidak menoleh sama sekali. Tapi, tapi, tapi kemudian dia mulai menari … Dia bergerak bebas ke kanan dan kiri lalu ke depan dan belakang kemudian ia berputar dengan sangat indah. Melirik…, karena gengsi yang sangat tinggi aku hanya menggerakkan bola mataku ke arahnya.
Dia terdiam …
Dan aku pun tersenyum simpul, akhirnya dia lelah juga…
~~~
Dime porque lloras De felicidad Y porqué te ahogas
Por la soledad Y porque me tomas, fuerte así, mis manos
Y tus pensamientos te van llevando Yo te quiero tanto
Y porque sera Loco testarudo, no lo dudes mas
Aunque en el futuro, haya un muro enorme
Yo no tengo miedo Quiero enamorarme
No me ames, porque piensas que parezco diferente
Tú no piensas que es lo justo ver pasar el tiempo juntos
No me ames, que comprendo la mentira que sería
Si tu amor no merezco, no me ames, mas quedate otro día
No me ames, porque estoy perdido, porque cambie el mundo,
Porque es el destino, porque no se puede, somos un espejo
Y tu así serías lo que yo de mi reflejo
No me ames, para estar muriendo, dentro de una guerra llena de
arrepentimientos, no me ames, para estar en tierra, quiero alzar el vuelo
Con tu gran amor por el azul del cielo
No sé que decirte, esa es la verdad
Si la gente quiere, sabe lastimar
Tu y yo partiremos, ellos no se mueven
Pero en este cielo sola no me dejes
No me dejes, no me dejes, no me escuches, si te digo "no me ames"
No me dejes, no desarmes, mi corazón con ese "no me ames"
No me ames, te lo ruego, mi amargura déjame
Sabes bien, que no puedo,que es inútil, que siempre te amaré
No me ames, pues te haré sufrir con este corazón que se lleno de mil inviernos
No me ames, para así olvidarte de tus dias trises quiero que me ames
sólo por amarme
No me ames, tu y yo volaremos uno con el otro y seguiremos siempre juntos
Este amor es como el sol que sale tras de la tormenta
Como dos cometas en la misma estela
~~~
Tiba – tiba alunan music latin terdengar lembut dan terkesan romantis di telingaku.
Heyy…. Ia kembali menari, tapi kali ini ia pun bernyanyi. Hati kecilku berkata “merdu sekali suaramu, indah sekali gerakan tarianmu”. Tapi lagi – lagi aku tetap jual mahal dan gengsi untuk mengakui dan mengatakan apa yang ada di dalam hatiku.
Baiklah, aku harus pergi dari ruangan ini. Pergi sejauh mungkin untuk menghindarinya, melenyapkan perasaan kagum dan terpesona ini.
Satu …Dua … Tigaa … Aku beranjak dari tempat dudukku dan melangkah ke arah pintu keluar. Belum sampai di pintu keluar. Tangankuu …tangankuu !!!! Ada yang menggenggam tanganku !! Lelaki itu menggenggam tanganku, dan sekarang ia menarik tanganku dan aku terjatuh dalam pelukannya.
Tidaaaaaakk !!!! Kenapa ,kenapa aku bisa berada dipelukannya ? Kenapa aku bisa berdansa dengannya bahkan aku bersandar di dadanya, menikmati hangat pelukannya. Hingga kini aku tidak mau melepaskan pelukan ini sampai – sampai aku peluknya erat dan sesak nafas.
Tuhan… aku tidak paham akan rasa ini. Aku hanya mohon padamu agar Kau tetap memberikan kehangatan pelukannya saat ini kepadaku hingga akhir nanti….
Jumat, 03 Desember 2010
H I L A N G
Mungkin semua manusia di muka bumi ini selalu merasakan adanya sebuah pertemuan dan kemudian ada yang berakhir dengan perpisahan. Tuhan
Untuk kali ini, waktu saya sedikit tersita karena terlalu berada di angan - angan yang seharusnya saya ikhlaskan.
HILANG
Kemarin terasa begitu indah saat kau sambut tangan ini
Terasa hangat dalam hati ini setiap kumelihat kau bicara
Keingintahuanku semakin dalam akan tentangmu
Dan berharap akan terus seperti ini
Tanpa sadar aku terlalu terlena oleh suasana indah ini
Seperti terhipnotis oleh senyum polosmu
Kini semuanya hilang tak berbekas
Kau menghilang dan berubah tanpa alasan pasti
Aku rindu dengan kata - kata manismu ketika menggodaku
Ingin kuulangi masa itu hingga nafas terakhirku.
created : Rr.Putri Sari Sekar Kenanga
sangat adil menciptakan sebuah pertemuan lalu perpisahan, tapi kenapa manusia selalu mengeluh dan bersedih ketika bertatap dengan perpisahan. Saya selaku manusia yang normal berfikir, mungkin karena kita sulit untuk "ikhlas" untuk melepaskan satu hal yang sebenarnya bukan milik kita seutuhnya tetapi hanya milik Tuhan semata yang pasti akan kembali kepadanya.
Untuk kali ini, waktu saya sedikit tersita karena terlalu berada di angan - angan yang seharusnya saya ikhlaskan.
HILANG
Kemarin terasa begitu indah saat kau sambut tangan ini
Terasa hangat dalam hati ini setiap kumelihat kau bicara
Keingintahuanku semakin dalam akan tentangmu
Dan berharap akan terus seperti ini
Tanpa sadar aku terlalu terlena oleh suasana indah ini
Seperti terhipnotis oleh senyum polosmu
Kini semuanya hilang tak berbekas
Kau menghilang dan berubah tanpa alasan pasti
Aku rindu dengan kata - kata manismu ketika menggodaku
Ingin kuulangi masa itu hingga nafas terakhirku.
created : Rr.Putri Sari Sekar Kenanga
Jumat, 29 Oktober 2010
Pisah Tak Bermakna Hilang
Otak ini serasa tak utuh seperti sebelumnya.
Hingga tidak dapat berpikir untuk merangkai kata.
Hati ini serasa berada dalam lemari pendingin.
Lalu tidak sanggup merasakan sakit yang dia rasakan.
Mungkin aku terlalu munafik untuk tidak ucapkan kata sesuai dalam hati.
Mungkin aku dapat ambil resiko untuk teruskan cerita ini.
Atau mungkin aku seorang pecundang cinta yang sedang bermain hati sendiri.
Emosi dan bathin ini berperang dalam satu permasalahan.
Kini logika pun tak ambil andil.
Emosi terus menuntut mulut ini untuk menyudahi kisah ini.
Tapi bathin ini hanya mampu berbisik untuk katakan teruskanlah.
Bimbang memang saat ini perasaanku.
Terombang - ambing karena satu keputusan.
Kini aku telah mendapat suatu jawaban untuk akhir cerita ini.
Sebuah keputusan yang menyakitkan, sedih memang terasa antara dua hati ini.
Tapi aku yakin bahwa telah kutemukan jalan keluarnya.
Bahwa perpisahanlah yang mampu menjawabnya...
Rr.Putri Sari Sekar Kenanga
190409
Hingga tidak dapat berpikir untuk merangkai kata.
Hati ini serasa berada dalam lemari pendingin.
Lalu tidak sanggup merasakan sakit yang dia rasakan.
Mungkin aku terlalu munafik untuk tidak ucapkan kata sesuai dalam hati.
Mungkin aku dapat ambil resiko untuk teruskan cerita ini.
Atau mungkin aku seorang pecundang cinta yang sedang bermain hati sendiri.
Emosi dan bathin ini berperang dalam satu permasalahan.
Kini logika pun tak ambil andil.
Emosi terus menuntut mulut ini untuk menyudahi kisah ini.
Tapi bathin ini hanya mampu berbisik untuk katakan teruskanlah.
Bimbang memang saat ini perasaanku.
Terombang - ambing karena satu keputusan.
Kini aku telah mendapat suatu jawaban untuk akhir cerita ini.
Sebuah keputusan yang menyakitkan, sedih memang terasa antara dua hati ini.
Tapi aku yakin bahwa telah kutemukan jalan keluarnya.
Bahwa perpisahanlah yang mampu menjawabnya...
Rr.Putri Sari Sekar Kenanga
190409
Selasa, 12 Januari 2010
Dear Mr. A

Tiga tahun sudah kutersiksa dengan perasaan ini.
Perasaan akan dihantui oleh bayang-bayangmu.
Ketidakpedulianmu yang semakin menjadi.
Membuatku benci padamu dan selalu mengingatmu.
Aku tidak pernah tahu akan kenyataan yang sebenarnya.
Akan tujuan utamamu saat dulu kau mengejarku.
Dengan setiap kata-kata manismu untukku.
Hingga aku terjebak dengan perasaan yang rumit ini.
Aku merasa dibodohi olehmu.
Teraniaya karena mimpi-mimpiku yang selalu ada dirimu.
Tersiksa karena nafas yang sesak saat menangis.
Dan selalu merasa terhina karena diperbudak cinta.
Ingin kuteriak ditelingamu dan mengatakan ....
Aku membencimu karena kau meninggalkanku.
Namun aku pun ingin berbisik dan katakan ...
Aku menyayangimu, dan entah mengapa aku pun merasa bahwa aku mencintaimu.
created :rr.putri sari sekar kenanga
Tangerang, 05 Juli 2009
Hanya Ingin Menyanyikan Suara Hati Untuk Sahabat

Kita mengawali hubungan ini dengan perkenalan yang sekedar basa-basi.
Saling menceritakan pengalaman seumur hidup satu sama lain.
Fikiran-fikiran positif atau negatif masuk begitu saja dan mempengaruhi otak yang sedang beradaptasi.
Dan hati pun membantu untuk memberi energi positif kepada otak untuk menjalankan seluruh indera.
Hubungan ini ada yang suka menyebutnya dengan kata pertemanan adapula yang menyebutnya dengan kata persahabatan.
Namun kata persahabatan selalu mendominasi dalam kehidupan.
Aku sendiri belum terlalu paham akan makna persahabatan.
Namun sahabat-sahabatku lah yang mengajariku untuk memahami arti dari persahabatan.
Banyak sekali makna yang dapat kucerna dari setiap sahabat-sahabatku.
Dan banyak pula aku memahami tingkah laku sahabat-sahabatku yang dapat membuatku tersenyum,tertawa bahkan menangis.
Inilah proses hidup di dunia menuju alam yang abadi kelak, berbagi dengan sesama dalam suka maupun duka.
Mereka bukan hanya mengajariku tentang arti persahabatan, namun mereka pula yang mampu menjadikanku manusia yang mendekati sempurna.
Banyak yang menyebut persahabatan hanyalah suatu hubungan yang dapat diistilahkan simbiosis mutualisme.
Dan aku pun mengakui akan pernyataan tersebut.
Karena Tuhan menciptakan umat manusia di dunia untuk saling membantu dan melengkapi satu sama lain.
Mungkin mereka marah ketika sahabatnya yang dulu selalu menemaninya kini perlahan-lahan menjauh.
Mungkin mereka iri saat saat sahabatnya tidak lagi memperhatikan keadaan mereka.
Mungkin mereka ingin berkata "kembali seperti dulu lagi sahabatku", tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya.
Atau mungkin mereka takut kehilangan sosok sahabat yang begitu berarti dalam hidup.
created:rr.putri sari sekar kenanga
Tangerang, 16 Juni 2009
Awal yang Terhenti
Kali ini konsentrasiku hilang arah
Pikiranku melayang pada satu nama
Hancur selayak isi sampah
Dan logika pun seperti tak bermakna
Aku lelah berjalan mengikutimu
Aku jengah berkutat dengan angan tentangmu
Aku tak sanggup lari mengejarmu
Tapi aku pun lemah jika tak ada kamu
Setiap kata dalam puisiku telah memujimu
Setiap lagu yang kudengar pun akan kuhubungkan denganmu
Lalu kau pun tidak paham tiap kata yang kubuat untukmu
Dan kau pun pura-pura tidak mendengar lagu yang kusenandung untukmu
Mungkin ini hanya sekedar mimpi yang pasti semu...
Atau mungkin ini adalah teka-teki yang tak terpecahkan...
created : rr.putri sari sekar kenanga
070110
Pikiranku melayang pada satu nama
Hancur selayak isi sampah
Dan logika pun seperti tak bermakna
Aku lelah berjalan mengikutimu
Aku jengah berkutat dengan angan tentangmu
Aku tak sanggup lari mengejarmu
Tapi aku pun lemah jika tak ada kamu
Setiap kata dalam puisiku telah memujimu
Setiap lagu yang kudengar pun akan kuhubungkan denganmu
Lalu kau pun tidak paham tiap kata yang kubuat untukmu
Dan kau pun pura-pura tidak mendengar lagu yang kusenandung untukmu
Mungkin ini hanya sekedar mimpi yang pasti semu...
Atau mungkin ini adalah teka-teki yang tak terpecahkan...
created : rr.putri sari sekar kenanga
070110
Langganan:
Postingan (Atom)