Kamis, 30 Desember 2010

ilustrasi C I N T A

Lelaki itu datang, ia mengendap – endap hingga langkah kakinya nyaris tidak terdengar. Mungkin ia berusaha untuk tidak menghentakkan tumitnya ke tanah atau mungkin ia jinjit ketika berjalan ke arahku. Aku hanya sesekali menengok ke arahnya dan sesekali mendengar suara hembusan nafasnya yang juga ia kecilkan, bahkan seperti menahan nafas. Tapi mengapa ia mulai mencari – cari perhatianku ?

Aku sangat berusaha meluruskan pandanganku dan tidak menoleh sama sekali. Tapi, tapi, tapi kemudian dia mulai menari … Dia bergerak bebas ke kanan dan kiri lalu ke depan dan belakang kemudian ia berputar dengan sangat indah. Melirik…, karena gengsi yang sangat tinggi aku hanya menggerakkan bola mataku ke arahnya.
Dia terdiam …
Dan aku pun tersenyum simpul, akhirnya dia lelah juga…

~~~
Dime porque lloras De felicidad Y porqué te ahogas
Por la soledad Y porque me tomas, fuerte así, mis manos
Y tus pensamientos te van llevando Yo te quiero tanto
Y porque sera Loco testarudo, no lo dudes mas
Aunque en el futuro, haya un muro enorme
Yo no tengo miedo Quiero enamorarme
No me ames, porque piensas que parezco diferente
Tú no piensas que es lo justo ver pasar el tiempo juntos
No me ames, que comprendo la mentira que sería
Si tu amor no merezco, no me ames, mas quedate otro día
No me ames, porque estoy perdido, porque cambie el mundo,
Porque es el destino, porque no se puede, somos un espejo
Y tu así serías lo que yo de mi reflejo
No me ames, para estar muriendo, dentro de una guerra llena de
arrepentimientos, no me ames, para estar en tierra, quiero alzar el vuelo
Con tu gran amor por el azul del cielo
No sé que decirte, esa es la verdad
Si la gente quiere, sabe lastimar
Tu y yo partiremos, ellos no se mueven
Pero en este cielo sola no me dejes
No me dejes, no me dejes, no me escuches, si te digo "no me ames"
No me dejes, no desarmes, mi corazón con ese "no me ames"
No me ames, te lo ruego, mi amargura déjame
Sabes bien, que no puedo,que es inútil, que siempre te amaré
No me ames, pues te haré sufrir con este corazón que se lleno de mil inviernos
No me ames, para así olvidarte de tus dias trises quiero que me ames
sólo por amarme
No me ames, tu y yo volaremos uno con el otro y seguiremos siempre juntos
Este amor es como el sol que sale tras de la tormenta
Como dos cometas en la misma estela

~~~

Tiba – tiba alunan music latin terdengar lembut dan terkesan romantis di telingaku.
Heyy…. Ia kembali menari, tapi kali ini ia pun bernyanyi. Hati kecilku berkata “merdu sekali suaramu, indah sekali gerakan tarianmu”. Tapi lagi – lagi aku tetap jual mahal dan gengsi untuk mengakui dan mengatakan apa yang ada di dalam hatiku.
Baiklah, aku harus pergi dari ruangan ini. Pergi sejauh mungkin untuk menghindarinya, melenyapkan perasaan kagum dan terpesona ini.

Satu …Dua … Tigaa … Aku beranjak dari tempat dudukku dan melangkah ke arah pintu keluar. Belum sampai di pintu keluar. Tangankuu …tangankuu !!!! Ada yang menggenggam tanganku !! Lelaki itu menggenggam tanganku, dan sekarang ia menarik tanganku dan aku terjatuh dalam pelukannya.
Tidaaaaaakk !!!! Kenapa ,kenapa aku bisa berada dipelukannya ? Kenapa aku bisa berdansa dengannya bahkan aku bersandar di dadanya, menikmati hangat pelukannya. Hingga kini aku tidak mau melepaskan pelukan ini sampai – sampai aku peluknya erat dan sesak nafas.
Tuhan… aku tidak paham akan rasa ini. Aku hanya mohon padamu agar Kau tetap memberikan kehangatan pelukannya saat ini kepadaku hingga akhir nanti….

1 komentar:

  1. uthiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..
    mantapp laaaahhhh..
    :* :* :*

    BalasHapus

merekaaa